Hashim Sebut di Medsos Banyak yang Bohong soal Utang Indonesia
Ketua Dewan Penasihat Kadin Hashim Djojohadikusumo menepis isu krisis utang Indonesia yang muncul di media sosial.
Saham big banks kompak melemah saat IHSG anjlok 3,49%, dengan BBCA mencatat net sell asing terbesar senilai Rp 503,49 miliar.
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Saham bank-bank berkapitalisasi besar atau big banks kompak melemah pada penutupan perdagangan Kamis (29/10/2026). Pelemahan ini terjadi di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 3,49% ke level Rp 5.098,06. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkoreksi 6,35% ke Rp 4.940. Disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 3,77% ke Rp 2.810. Adapun PT Bank Negara Indonesia Tbk (B...
Pelemahan saham big banks tersebut diikuti dengan aksi jual asing (net sell). Aksi jual asing terbesar dialami oleh saham BBCA dengan nilai jual bersih sebesar Rp 503,49 miliar. Selanjutnya diikuti saham BBRI yang dijual alias net sell sebesar Rp 164,5 miliar.
Saham BMRI dijual asing sebanyak Rp 155,86 miliar. Sementara saham BBNI diterpa aksi jual sebanyak Rp 36,68 miliar hingga akhir perdagangan Kamis (29/10/2026).
Ketua Dewan Penasihat Kadin Hashim Djojohadikusumo menepis isu krisis utang Indonesia yang muncul di media sosial.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan ekonomi Indonesia saat ini masih jauh lebih baik dibandingkan saat krisis 1998 maupun pandemi.
Ramai di media sosial (medsos) pembalut dikenakan pajak. Netizen mempertanyakan alasan pembalut masih kena pajak, padahal merupakan kebutuhan dasar perempuan.
Ketua Dewan Penasihat Kadin Hashim Djojohadikusumo mengungkap dampak buruk jika MSCI jadi menurunkan kasta pasar modal Indonesia ke Standalone Market.